Institusion
Universitas Muhammadiyah Palembang
Author
IFTITAH JASMINE HAYAT, NIM 702016080
Subject
Anatomi Manusia
Datestamp
2020-01-21 05:06:24
Abstract :
Obesitas merupakan faktor risiko untuk terjadinya DM, dikarenakan sel tidak sensitif terhadap insulin (resisten insulin). Oleh sebab itu, penting untuk menjaga memperhatikan IMT yang merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur apakah berat badan berlebih atau obesitas. Resistensi insulin berkaitan erat dengan obesitas karena kadar trigliserida intrasel sering meningkat pada jaringan otot dan hati pada obesitas, diduga akibat kelebihan asam lemak bebas yang disimpan pada organ. Trigliserida intrasel dan produk metabolisme asam lemak merupakan penghambat pengisyaratan insulin dan berakibat terjadinya keadaan resistensi insulin, insulin yang berperan dalam ambilan glukosa sehingga jika terjadi resistensi insulin maka akan terjadi perubahan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan kadar gula darah postprandial pada anggota Komando Daerah Militer (KODAM) II/ Sriwijaya Palembang. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan sampel penelitian sebanyak 60 responden yang didapatkan dengan cara consecutive sampling. Data penelitian diambil dengan melakukan pemeriksaan gula darah 2 jam setelah makan dan melakukan pengukuran IMT. Hasil penelitian didapatkan 22 orang responden mengalami overweight dan obesitas, berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan uji t tidak berpasangan atau Independent T Test didapatkan nilai p-value 0,009 dengan nilai signifikan <0,05. Sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar glukosa darah postprandial.