Institusion
Universitas Muhammadiyah Palembang
Author
RENI APRILIANA, NIM. 702008024
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2018-10-30 00:41:20
Abstract :
Angka kejadian diare pada bayi tahun 2010 masih cukup tinggi yang rata-rata
disebabkan oleh infeksi. Kerentanan bayi terhadap infeksi kemungkinan
berhubungan dengan cara pemberian susu formula, maka peneliti ingin meneliti
hubungan antara pemberian susu formula dan kejadian diare pada anak usia 7-24
bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sekip Palembang tahun 2012.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian
susu formula dan kejadian diare pada anak usia 7-24 bulan di wilayah kerja
Puskesmas Sekip Palembang tahun 2012. Penelitian yang dilakukan adalah
penelitian analitik dengan pendekatan case-control yang melaporkan persentase
hubungan antar jenis pemilihan susu, cara pembuatan susu formula dan cara
pemberian susu formula dengan kejadian diare. Populasi penelitian ini adalah
anak usia 7-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sekip Palembang tahun 2012
dan hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi dengan
menggunakan program Statistic yang sesuai.
Hasil penelitian ditemukan bahwa pemilihan jenis susu dan kejadian diare
dengan persentase sebesar P (0,480) OR 1,367 (95%CI; 0,682-2,740), cara
pembuatan dan kejadian diare dengan persentase sebesar P (0,008) OR 2,609
(95%C1; 1,332-5,107), cara pemberian dan kejadian diare dengan persentase
sebesar P (0,004) OR 2,812 (95%CI; 1,423-5,556).
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan
ada hubungan antara cara pembuatan susu dan kejadian diare adalah terbukti. OR
2.609 (1,423-5,556) yang berarti cara pembuatan susu formula yang tidak baik
dan kejadian diare merupakan faktor resiko yang kuat (OR > 1) yaitu mempunyai
risiko 2.6 kali lebih besar untuk terjadinya penyakit diare dibandingkan dengan
cara pembuatan susu formula yang baik. Hubungan antara cara pemberian susu
dan kejadian diare adalah terbukti. OR 2,812 (1,423-5,556) yang berarti cara
pemberian susu formula yang kurang baik dan kejadian diare merupakan faktor
resiko yang kuat (OR > I) yaitu mempunyai resiko 2,8 kali lebih besar untuk
terjadinya penyakit diare dibandingkan dengan cara pemberian susu formula yang
baik.