Institusion
Universitas Muhammadiyah Palembang
Author
MUHAMAD ANGGA WIJAYA, NIM. 112015070
Subject
Teknik Hidraulis
Datestamp
2020-03-12 06:41:44
Abstract :
INTISARI
Data curah hujan sangat penting untuk perencanaan teknik khususnya untuk bangunan air misalnya irigasi, bendungan, drainase perkotaan, pelabuhan, dermaga, dan lain-lain. Karena itu data curah hujan di suatu daerah di catat terus menerus untuk menghitung perencanaan yang akan dilakukan. Pencatatan data curah hujan yang dilakukan pada suatu DAS dilakukan di beberapa titik stasiun pencatat curah hujan untuk mengetahui seberan hujan yang turun pada suatu DAS apakah merata atau tidak.
Kabupaten Musi Banyuasin adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki luas wilayah ±14.265,96 km² yang terbentang pada lokasi 1,3° - 4° LS, 103° - 105° BT. Secara administrasi Kabupaten Musi Banyuasin memiliki 14 kecamatan, 13 kelurahan dan 227 desa.
Adapun Maksud dari penelitian ini adalah Saya ingin mengetahui curah hujan rata-rata di Kabupaten Musi Banyuasin dan metode yang nilai selisihnya berdekatan.
Dari perhitungan curah hujan rata-rata yang didapat dengan metode Rata-rata aljabar, metode polygon thiessen dan metode isohyet curah hujan rata-rata kabupaten Musi Banyuasin pada tahun 2016 adalah 68,87 mm, 65,22 mm dan 77,06 mm , pada tahun tahun 2017 adalah 67,70 mm, 65,01 mm dan 74,42 mm, dan di tahun 2018 adalah 74,77 mm, 66,94 mm dan 76,81 mm, ketiga metode tersebut di rata-ratakan kembali, dan didapatlah hasil curah hujan bulanan di tahun 2016 adalah 70,38 mm, di tahun 2017 adalah 69,04 mm dan tahun 2018 adalah 72,84 mm.
Hasil Perhitungan persentase selisih Curah hujan rata-rata di delapan stasiun Kabupaten Musi Banyuasin dengan cara rata rata aljabar pada tahun 2016-2017 memperoleh nilai selisih 1.17 mm dan pada tahun 2017-2018 memperoleh selisih 7.07 mm, untuk perhitungan kedua yaitu menggunakan cara polygon thiessen pada tahun 2016-2017 memperoleh nilai selisih 0.21 mm dan pada tahun 2017-2018 memperoleh selisih 1.93 mm, dan untuk perhitungan ketiga yaitu dengan menggunakan cara isohyet pada tahun 2016-2017 memperoleh nilai selisih 2.64 mm, dan pada tahun 2017-2018 memperoleh selisih 2.39 mm.
Nilai selisih yang berdekatan untuk ketiga metode adalah metode Poligon Thiessen dan metode Isohyet.
Kata Kunci : Data curah hujan, Sungai, Hujan, Metode Rata-rata aljabar, Metode poligon Thiessen dan Metode Isohyet.