DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RS BHAYANGKARA PERIODE OKTOBER 2018
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Palembang
Author
WILLY PUTRA WIDODO, NIM. 702014067
Subject
Obstetrik ( Ilmu Kebidanan) 
Datestamp
2020-06-23 03:40:57 
Abstract :
Anemia didefinisikan sebagai pengurangan jumlah absolut sel darah merah yang beredar, secara tidak langsung diukur dengan penurunan konsentrasi hemoglobin (Hb), hematokrit (Hct) atau jumlah RBC. WHO telah mendefinisikannya sebagai Hb <11 g / dl tetapi, selama kehamilan, definisi anemia berbeda tergantung pada trimester (<11 g / dl pada trimester pertama, <10,5 g / dl pada trimester kedua, < 11 g / dl di trimester ketiga). Salah satu dampak anemia pada ibu hamil terhadap janinnya adalah kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR). Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram. Berat saat lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam 1 jam setelah lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil dengan bayi berat lahir rendah (BBLR) di RS Bhayangkara Periode Oktober 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional dengan menggunakan data sekunder dari ibu yang melahirkan di bagian obstetri dan ginekologi di RS Bhayangkara Periode Oktober 2018. Pengambilan data dengan cara total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil univariat pada penelitian ini didapatkan sebanyak 27 ibu hamil (39,1%) yang mengalami anemia dan sebanyak 18 bayi (26,1%) yang mengalami BBLR. Untuk hasil bivariat dengan menggunakan uji chi-square didapatkan p-value 0,000 yang artinya terdapat hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan bayi berat lahir rendah (BBLR) di RS Bhayangkara Periode Oktober 2018. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Palembang