DETAIL DOCUMENT
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PENYELUNDUPAN SATWA LIAR YANG DILINDUNGI DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI PALEMBANG (Studi Putusan No. 1275/Pid.B/LH/2019/PN Plg)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Palembang
Author
ANIKA RODILLA, NIM. 502016087
Subject
Hukum Pidana 
Datestamp
2020-06-29 06:50:41 
Abstract :
Nusantara yang luas dan terbagi dalam beribu-ribu pulau menjadikan Indonesia kaya akan flora dan fauna yang menakjubkan. Kelimpahan yang didapatkan Indonesia patutnya dipelihara dan dilestarikan agar berbagai macam kekayaan flora dan fauna yang ada tidak punah dan selalu terjaga kelestariannya dengan baik. Meskipun kaya, Indonesia dikenal juga sebagai negara yang memiliki daftar panjang tentang satwa liar yang terancam punah. Menurut International Union for Conservation of Nature (ICUN) Indonesia memiliki 583 spesies terancam punah. Permasalahan yang timbul adalah Bagaimana penegakan hukum pidana terhadap tindak pidana penyelundupan satwa liar yang dilindungi di wilayah hukum Pengadilan Negeri Palembang (studi putusan no. 1275/Pid.B/LH/2019/PN Plg) dan Apa faktor penyebab terjadinya penyelundupan satwa liar yang dilindungi. Dalam bahasan ini penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana penyelundupan satwa liar yang dilindungi berdasarkan putusan no.1275/Pid.B/LH/2019/PN Plg bahwa hukuman yang dijatuhkan kepada terdakwa pelaku tindak pidana penyelundupan satwa liar yang dilindungi telah sesuai dengan Pasal 40 ayat (2) Jo. Pasal 21 ayat (2) huruf a UU Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Dan faktor penyebab terjadinya tindak pidana penyelundupan satwa liar yang dilindungi adalah Kurangnya kesadaran serta pengetahuan masyarakat tentang satwa liar yang dilindungi. Faktor ekonomi menjadi bagian penting yang mempengaruhi tindak pidana tersebut tetap terjadi, karena mudahnya mendapatkan penghasilan yang banyak tanpa harus menunggu lama. Faktor Konflik antara masyarakat dengan satwa liar yang beranggapan satwa liar merupakan salah satu hama yang merusak tanaman milik masyarakat. Tingginya Permintaan dari para pembeli untuk dijadikan, konsumsi, hiasan, obat tradisional, dan koleksi, sehingga membuat masyarakat semakin tertarik melakukan perburuan terhadap satwa liar. Kurang tegasnya hukuman yang diberikan kepada pelaku tindak pidana perdagangan ilegal satwa liar sehingga membuat tidak adanya efek jera bagi pelaku tindak pidana. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Palembang