Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk melihat: Hubungan antara manajemen diri
dengan profesionalisme pada polisi Sabhara. Hipotesis yang diajukan adalah :
1) Ada hubungan antara kecerdasan emosional dan manajemen diri dengan
profesionalisme pada polisi. 2) Ada hubungan antara kecerdasan emosional
dengan profesionalisme pada polisi. 3) Ada hubungan antara manajemen diri
dengan profesionalisme pada polisi Sabhara di Polres Langkat.
Untuk membuktikan hipotesis dilakukan penelitian terhadap 70 orang
personil Polri dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Alat
pengumpulan data adalah skala kecerdasan emosional, skala manajemen diri dan
skala profesionalisme. Teknik analisis data menggunakan analisis Regresi
Berganda.
Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) Terdapat hubungan yang
signifikan antara kecerdasan emosional dan manajemen diri terhadap
profesionalisme polisi Sabhara. Hal ini ditunjukkan dengan koefisien Freg =
110,037; p = 0,000 dimana p < 0,050. Menandakan bahwa semakin baik
kecerdasan emosional dan semakin baik manajemen diri maka akan semakin baik
profesionalisme, dan sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosional dan
semakin rendah manajemen diri maka akan semakin buruk profesionalisme.
Berdasarkan hasil penelitian ini, maka hipotesis yang diajukan dinyatakan
diterima. 2) Ada hubungan positif yang sangat signifikan antara kecerdasan
emosional dengan profesionalisme pada polisi Polres Langkat dengan sumbangan
51,2%. 3) Ada hubungan positif yang sangat signifikan antara manajemen diri
dengan profesionalisme, dengan sumbangan efektif yang didapatkan sebesar
66,9%. Total sumbangan efektif dari kedua variabel bebas (kecerdasan emosional
dan manajemen diri) terhadap profesionalisme polisi Sabhara adalah sebesar
76, 7%. Dan hasil ini diketahui bahwa masih terdapat 23,3% pengaruh dari faktor
lain terhadap profesionalisme.