Abstract :
Stres pada perawat disebabkan oleh kegagalan perawat dalam melaksanakan
pekerjaannya dan hal ini membuat perawat merasa tidak memiliki kemampuan dalam
bekerja, sehingga perawat menjadi tertekan yang pada akhirnya akan mengalami
stres. Tujuan penelitian untuk menguji secara empirik perbedaan job-stress ditinjau
dari locus of control dan jenis kelamin pada perawat di RS Putri Hijau Medan
(perawat dibagian penyakit dalam). Populasi dalam penelitian ini adalah perawat
yang bekerja di RS Putri Hijau Medan yang berjumlah 256 orang. Sampel diambil
menggunakan teknik purposive sampling dengan 25% dari total populasi, sehingga
yang menjadi sampel penelitian sebanyak 64 orang. Instrumen penelitian skala
(bentuk angket) yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk angket langsung,
yaitu daftar pertanyaan-pertanyaan diberikan langsung kepada responden. Uji
validitas dan reliabilitas alat akur telah dilakukan terlebih dahulu untuk menguji
apakah angket dapat digunakan sebagai alat penelitian. Kesimpulan ada perbedaan
job-stress ditinjau dari locus of control pada perawat di RS Putri Hijau Medan
ditemukan hasilnya locus of control eksternal lebih tinggi dari locus of control
internal dan ada perbedaan job-stress ditinjau dari jenis kelamin pada perawat di RS
Putri Hijau Medan. Saran Kepada Kepala Rumkit TK II Putri Hijau, Jenis kelamin
wanita lebih tinggi dari pada laki-laki, maka disarankan kepada Kepala Rumkit TK II
Putri Hijau untuk secara rutin melakukan penilaian terhadap penempatan kerja
apakah tempat kerja dapat menimbulkan stress dan secara rutin melakukan
pemutaran/ roker penempatan pekerja sehingga ditempat kerja yang memiliki resiko
timbul stress dapat teratasi contoh pada ruang penyakit dalam. Melakukan kegiatan
setiap bulannya atau minimal 2 bulan sekali mengadakan rekreasi bersama atau
outbond ketempat yang berkaitan dengan alam, untuk menghilangkan kejenuhan
kerja dan mempererat hubungan para perawat dalam kerja sama nantinya. Saran
Kepada subjek penelitian diharapkan agar mampu mengendalikan emosinya dalam
bekerja sehingga stress dalam bekerja tidak timbul dan tidak segan untuk
menyampaikan kepada pimpinan agar meminta pindah apabila tidak nyaman dalam
bekerja atau mengalami masalah. Saran kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan
penelitian ulang terhadap job stress yang dilihat dari faktor-faktor lainnya yaitu
beban kerja, kondisi kerja, konflik peran, pengembangan karir, kondisi kerja fisik,
dan struktur organisasi, yang tidak diteliti oleh peneliti dan pada sample yang berbeda
tempat kerja.