Abstract :
Plant Lay Out merupakan proses pembuatan tata letak atau tata ruang yang
bertujuan melancarkan pelaksanaan tugas pucuk pimpinan dari suatu perusahaan
tertinggi sampai pada tingkat manajemen yang terendah. Plant Lay Out juga
mempunyai aktivitas yang sangat luas dan kompleks, penataan dan penyusunan
sarana perkantoran juga merupakan bagian dari Plant Lay Out.
Semakin baik Plant Lay Out suatu kantor akan mempermudah proses
pekerjaan antar bagian seksi rnaupun staf di suatu kantor. Sehingga produktivitas para
karyawan dapat ditingkatkan.
BPS Propinsi Surnatera Utara dibawahi oleh seorang Kepala Kantor yang
membawahi 1 (satu) bagian yaitu Bagian Tata Usaha yang terdiri dari 5 sub bagian
dan 5 bidang yaitu Bidang Statistik Sosial, Bidang Statistik Produksi, Bidang Statistik
Distribusi, Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik dan Bidang IPDS (Integrasi
Pengolahan, dan Diseminasi Statistik) serta dari 5 bidang tersebut terdiri dari 15
seksi. Pekerjaan antar bidang dan bagian tersebut independen antara satu dengan yang
lainnya terkecuali dengan Bidang IPDS yang merupakan pusat pengolahan data yang
pekerjaannya berhubungan dengan bidang-bidang lain.
BPS Propinsi Sumatera Utara merupakan instansi pemerintah yang
bertugas dalam hal pengumpulan data baik untuk tingkat pusat maupun daerah.
Sebelum data tersbut dipublikasikan ke pihak luar, maka ada beberapa tahap yang
perlu dilalui antar lain persiapan, pelaksanaan, pengolahan dan penyajian data. Pada
ketiga tahap tersebut tahap pelaksanaan yang membutuhkan tenaga yang trampil serta
waktu yang cukup lama sehingga terkadang data yang disajikan terlambat sampainya
pada saat diterima konsumen. Hal ini disebabkan karena kurang mengertinya
masyarakat tentang kegunaan data dan faktor kesulitan dalam menemui responden.
Tata letak ruang Kantor BPS Propinsi Sumatera Utara sudah cukup baik,
hanya saja ada satu bidang yaitu bidang statistik distribusi yang terletak diluar gedung
utama sehingga memerlukan waktu mencapai ke bidang tersebut. Sehingga apabila
ada tamu yang ingin berkunjung kebidang ini harus terlebih dahulu bertanya kepada
para pegawai. Sehingga pelayanan yang diberikan kurang efisien kepada para
penggunna data. Begitu juga bagi para pegawai yang membutuhkan data dari bidang
tersebut memerlukan cukup waktu untuk mndapatkannya sehingga banyak waktu
yang terbuang.