Abstract :
PT Paya Pinang Medan adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang
mengolah TBS (Tandan Buah Segar) menjadi CPO (Crude Palm Oil).
Masalah yang dihadapi adalah kurang konsistennya perencanaan dan
pengawasan produksi yang diterapkan oleh perusahaan, sehingga berakibat realisasi
tidak tercapai sesuai target volume produksi yang telah ditetapkan
Hipotesis yaitu jika perencanaan dan produksi dipersiapkan secara tepat dan
dilanjutkan dengan realisasi produksi yang konsisten maka target yang ditetapkan dapat
dicapai.
Proses produksi yang diterapkan di perusahaan ini tergolong pada proses produksi
terus menerus. Jenis perencanaan produksi yang dilaksanakan di perusahaan ditinjau
dari jangka waktunya tergolong dalam perencanaan produksi jangka panjang.
Jenis produk yang dihasilkan perusahaan yaitu minyak sawit dan inti sawit, adapun
bahan baku yang dipergunakan untuk menghasilkan minyak sawit dan inti sawit sebagai
output adalah tandan buah segar (TBS) dan dalam proses produksinya tidak
menggunakan bahan baku penolong atau pembantu, jadi hanya dari satu jenis bahan
baku (TBS).
Disamping minyak sawit dan inti sawit yang merupakan hasil produksi utama
perusahaan, masih ada lagi produk sampingan yang dihasilkan yaitu tempurung kelapa
sawit (cangkang) yang digunakan sebagai bahan bakar.
Perusahaan ini telah melakukan pengawasan atas kegiatan produksinya, namun
belum dilaksanakan dengan konsisten hal ini disebabkan karena personil yang digunkan
belum benar-benar profesional dalam bidangnya masing masing.
Pengawasan produksi yang dilaksanakan di perusahaan ini menyangkut :
1. Pengawasan tenaga kerja
2. Pengawasan persediaan
3. Pengawasan bahan baku
4. Pengawasan pengolahan
5. Pengawasan pengepakan dan penyimpanan
6. Pengawasan mesin - mesin/ peralatan
7. Pengawasan mutu produksi.
Dalam melaksanakan kegiatannya, perusahaan terlalu menitik beratkan
perhatiannya dalam perencanaan jangka panjang, sehingga untuk jangka pendek
menjadi kurang diperhatikan.
Saran penulis atas penelitian ini adalah sebagai beriktu : perlunya pihak
perusahaan memikirkan perencanaan jangka pendek, pengembangan karyawan
sehingga diperoleh tenaga yang professional, dan diterapkannya manajemen produksi
pada setiap bagian yang ada.