Abstract :
Piutang merupakan salah satu unsur aktiva lancar dan komponen dasar modal kerja
serta sumber kas perusahaan. Kesalahan dalam pencatatan, pengklasifikasiannya serta
ketidak cermatan dalam penafsiran penyisihan piutang ragu-ragu akan mempengaruhi
laporan keuangan.
Dengan adanya piutang berarti terjadi investasi atau penanaman sebagian modal
perusahaan dalam bentuk piutang. Investasi ini memberikan dua kemungkinan, yaitu
investasi akan memperlancar kegiatan perusahaan atau sebaliknya investasi akan
mengganggu kegiatan perusahaan apabila piutang tersebut dapat ditagih kembali oleh
perusahaan tepat pada waktunya, tetapi sebaliknya apabila piutang kelak tidak akan
tertagih atau hasil tagihan piutang diselewengkan akan mengganggu operasi perusahaan.
Maka besar kecilnya piutang sangat mempengaruhi jalannya operasi perusahaan.
Setiap perusahaan, baik yang bergerak dalam bidang manufacturing, dagang
maupun jasa pada umumnya bertujuan mencapai laba maksimum.
Laba yang diperoleh digunakan untuk mempertahankan keseimbangan dan
pengembangan usaha. Dan kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba tergantung
kepada berbagai kebijakan di dalam menjalani operasi dan pengambilan keputusan.
Untuk mencapai tujuan ini diperlukan salah satu kebijakan berupa piutang, baik
dalam proses akuntansi, sistem akuntansi dan prosedur pengawasannya.
Untuk menjaga kelancaran usaha manajemen harus memperhatikan dan mengatasi
masalah yang timbul menyangkut piutang baik mengenai prosedur, pencatatan, maupun
pengawasannya.