Abstract :
Tenaga kerja merupakan salah satu sumber daya manusia yang
paling potensial dan dominan dalam setiap organisasi kegiatan usaha, baik
badan usaha milik negara maupun milik swasta termasuk instansi pemerintah
atau swasta, dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Dalam mencapai
tujuan organisasi manajemen dituntut untuk terus mengembangkan cara-cara
baru dalam metode dan prosedur penarikan dan pengembangan tenaga
kerja, agar kualitas tenaga kerja dapat terpenuhi sesuai dengan kebutuhan
perusahaan.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Medan adalah suatu
perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa, jasa pelayanan untuk
memenuhi kebutuhan akan air bersih bagi warga kota Medan dan sekitarnya.
Dalam kegiatan operasionalnya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
Tirtanadi Medan menggunakan bentuk organisasi dan staf. Dimana semua
perintah operasional dari pimpinan tertinggi berjalan menurut garis vertikal
dari atas ke bawah melalui tangga-tangga jabatan yang telah ditetapkan.
Dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja untuk masing-masing
bagian, maka setiap bagian yang ada dalam organisasi akan mengajukan
kepada pimpinan yang akan memberikan instruksi kepada bagian personalia
untuk mengandalkan penarikan tenaga kerja.
Penarikan karyawan untuk mengisi formasi jabatan yang lowong
diperoleh melalui 2 sumber, yaitu dari dalam perusahaan dan dari luar
perusahaan. Dari dalam perusahaan itu sendiri dilakukan melalui promosi
dan mutasi, sedangkan dari luar perusahaan antara lain melalui Departemen
Tenaga Kerja, lnstansi Pemerintah, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat
Umum. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dalam perusahaan dan
dibandingkan dengan uraian teoritis yang ada, maka dapat diambil
kesimpulan bahwa kegiatan penarikan dan pengembangan tenaga kerja yang
dilakukan perusahaan belum cukup efektif untuk menghasilkan tenaga kerja
yang berkualitas dan produktif sesuai dengan yang ditargetkan.