Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Stockholm Syndromes yang
terjadi pada wanita dewasa yang mendapatkan kekerasan dari pasangannya. Hal
yang akan diteliti adalah bagaimana terjadinya Stockholm Syndromes pada wanita
dewasa yang menjadi responden, makna cinta bagi responden, reaksi yang
dimunculkan responden secara verbal/non verbal, pandangan responden terhadap
kekerasan tersebut, serta bagaimana upaya responden menjaga hubungan dari
kekerasan. Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
wawancara dan observasi. Responden berjumlah dua orang wanita dewasa yang
menjalin hubungan dengan pasangannya yang kerap melakukan kekerasan secara
fisik maupun psikis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sindrom Stockholm ini
terjadi pada responden adalah responden memiliki perasaan positif terhadap
pelaku, mendukung alasan atau perilaku pelaku, berperilaku positif yang
mendukung pelaku, ketidakmampuan membebaskan diri sendiri dari situasi,
merasa hanya pasangannya yang paling mengenal dan mengerti dirinya sehingga
menciptakan ketergantungan emosional. Investasi emosi, tenaga, dan finansial,
membuat responden tidak ingin meninggalkan hubungan, serta didukung dengan
adanya ancaman bagi keberlangsungan hidup, persepsi kebaikan kecil yang
ditunjukkan pelaku, serta terus melihat “sisi baik†dari pelaku.