Abstract :
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui happiness pada istri dalam perkawinan poligami. Happiness adalah keadaan sejahtera dan kepuasan hati, yaitu kepuasan yang menyenangkan yang timbul bila kebutuhan dan harapan tertentu individu terpenuhi (Hurlock, 1980). Teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Fokus penelitian mencakup tentang faktor-faktor istri bersedia dipoligami, langkah-langkah meraih happiness, aspek-aspek happiness, faktor-faktor happiness, dan ciri-ciri happiness. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 2 orang yang berusia 28 dan 40 tahun dengan karakteristik seorang istri yang terlibat dalam perkawinan poligami. Informan dalam penelitian ini juga berjumlah 2 orang yang termasuk orang terdekat dari responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua responden bersedia dipoligami karena faktor ekonomi. Pada langkah-langkah meraih happiness, kedua responden sebisa mungkin menghindari konflik dan lebih memilih mencari kegiatan yang menyenangkan. Berdasarkan aspek-aspek happiness ditemukan bahwa seorang wanita yang menjadi istri kedua, ketiga, dan seterusnya memiliki perasaan cemburu yang jauh lebih besar dari pada istri pertama. Sedangkan faktor-faktor happiness, kedua responden tidak mampu memenuhi poin voluntary activities pada bagian engagement dikarenakan hubungan responden dengan istri lain dari suaminya yang kurang akur. Pada ciri-ciri happiness ditemukan bahwa kedua responden memiliki waktu yang cukup untuk bersama keluarga dan teman-teman dikarenakan keduanya adalah ibu rumah tangga, kedua responden juga memiliki komitmen yang kuat agar kelak anak laki-laki mereka tidak meniru sifat negatif dari ayahnya.