Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan diri wanita dewasa awal pasca bercerai. Untuk melihat tahap-tahap penerimaan diri pada responden penelitian ini menggunakan teori Kubler Roos (1969). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua responden memiliki ciri individu yang memiliki penerimaan diri yaitu memiliki gambaran positif tentang dirinya, dapat mengatur dan dapat bertoleransi dengan rasa frustasi dan kemarahannya, dapat berinteraksi dengan orang lain tanpa memusuhi orang yang memberi kritikan/ masukan, dan dapat mengatur keadaan emosi. Pada tahap penerimaan diri terdapat kesamaan dalam proses penerimaan diri responden. Meskipun pada responden I lebih mudah dan tergolong cepat dalam proses penerimaan diri dibandingkan dengan responden II. Perbedaan ini dikarenakan responden I mendapat dukungan sosial yang baik dari keluarga terutama dari Ibu responden I, Ibu responden I selalu memberikan motivasi dan merangkul responden I untuk dapat keluar dan bangkit dari masalah perceraian responden I, berbeda halnya dengan responden II yang lebih dominan menerima dukungan sosial dari teman- teman responden II dikarenakan keluarga responden II tidak begitu banyak memberikan dukungan kepada responden II untuk dapat bangkit dari perceraiannya. Penelitian ini juga berkenaan dengan teori resiliensi dimana resiliensi didefinisikan sebagai suatu proses dinamis meliputi adaptasi positif terhadap keadaan yang sulit (Luthar dkk, dalam Naufaliasari 2013).