Abstract :
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menguji dan mendapatkan data secara empiris mengenai hubungan Kepuasan Pernikahan dengan Empty Nest Syndrome Pada Dewasa Madya. Sejalan dengan landasan teori,maka diajukan hipotesa yang berbunyi adanya hubungan kepuasan pernikahan dengann Empty Nest Syndrome dengan asumsi semakin tinggi Kepuasan Pernikahan maka semakin rendah Empty Nest Syndrome begitu pula sebaliknya semakin rendah Kepuasan Pernikahan seseorang maka semakin tinggi Empty Nest Syndrome.penelitian ini melibatkan 66 Dewasa Madya dengan batasan usia 46-57 Tahun dikelurahan Pekan Tanjung Beringin Dusun XII sebagai subjek penelitian. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik “Purposive Samplingâ€. Penelitian ini menggunakan instrument skala Likert untuk skala Kepuasan Pernikahan dengan sekala Empty Nest Syndrome. Skala kepuasan pernikahan berdasarkan Aspek-aspek Menurut Clayton (Ardhanianita & Andayani,2013) yaitu terdiri dari : kemampuan social suami istri,Persabatan dalam pernikahan,urusan ekonomi,kekuatan pernikahan ,hubungan dengan keluarga besar,persamaan,keintiman pernikahan,taktik –taktik interaksi. Menurut Saltz (2008) Empty Nest Syndrome terdiri dari beberapa ciri ciri yaitu : kesulitan menghadapi perubahan,sedih berlebihan,takut akan peran dalam kehidupan sekrang,adanya aturan utama dalam kegiatan sehari,memandang diri sendiri,fungsi perkawinan yang sedang dijalani. Berdasarkan analisis data,diperoleh hasil terdapat hasil Negatif antara kepuasan pernikahan dengan Empty nest syndrome. Hasil ini dibuktikan dengan koefisien korelasi dimana