Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mendeskripsikan bagaimana perbedaan kedua metode yang diterapkan PT.PERTANI (Persero) Kantor Wilayah Sumatera Bagian Utara yaitu Metode Penilaian Persediaan FIFO dan Rata-rata dalam mencapai laba yang optimal. Apakah dari kedua metode ini memiliki hasil yang sama dalam pencapaian laba atau ada perbedaan diantara kedua metode tersebut. Penelitian ini diperoleh langsung dari perusahaan baik berupa hasil dari observasi yaitu dengan melakukan pengamatan langsung ke perusahaan serta wawancara secara langsung dengan pihak-pihak yang berkompeten di perusahaan seperti bagian Akuntansi. Untuk membahas dan menganalisa pokok masalah, penulis menggunakan metode deskriptif yaitu dengan memperoleh gambaran yang sebenarnya bagaimana perbedaan diantara kedua metode persediaan yang digunakan perusahaan tersebut yaitu metode FIFO dan Rata-rata.
PT. PERTANI (Persero) Kantor Wilayah Sumatera Bagian Utara merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pemasaran (pengadaan dan penjualan) sarana pertanian dalam dan luar negeri. Persedian yang ada pada perusahaan ini adalah pupuk, pestisida, benih, dan Aneka Usaha. Dari hasil penelitian penulis melihat kedua metode ini dapat mencapai laba optimal pada produk benih padi prima hanya saja kedua metode ini berbeda di hasil akhir persediaan dan laporan laba rugi yaitu dimana persediaan akhir FIFO sebesar Rp.470.400.000,- jauh lebih besar dari pada metode Rata-rata sebesar Rp. 464.875.000,-. Tetapi dari segi HPP metode rata-rata sebesar Rp. 10.344.784.400,- lebih besar dari pada metode FIFO sebesar Rp 10.339.260.000,- dan Laba Usaha metode rata-rata sebesar Rp. 206.604.682,- dan Metode FIFO sebesar Rp 180.516.782,- serta Laba Bersih metode Rata rata sebesar Rp 598.634.510,- dan metode FIFO sebesar Rp. 572.546.610,- Hal ini menujukkan metode Rata-rata jauh lebih menguntungkan dari pada metode FIFO dari segi HPP, Laba Usaha dan Laba Bersih.