Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan lingkungan kerja dengan burnout syndrome pada perawat RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Subjek dalam penelitian ini adalah perawat di ruang rawat inap RSUD Dr. Pirngadi Kota medan yang berjumlah 515 perawat. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan dua skala, yaitu skala lingkungan kerja dan skala burnout syndrome. Analisis data menggunakan teknik korelasi (rxy) sebesar -0.349 dengan P = 0,000 < 0,005, artinya terdapat hubungan negatif dan signifikan antara lingkungan kerja dengan burnout syndrome pada perawat ruang rawat inap, yang menunjukkan bahwa semakin rendah lingkungan kerja maka burnout syndrome akan semakin tinggi. Sebaliknya semakin tinggi lingkungan kerja perawat maka burnout syndrome semakin rendah. Lingkungan kerja pada perawat dalam penelitian ini tergolong rendah karena (mean empirik = 78,14.< mean hipotetik = 90 dimana selisihnya tidak melebihi bilangan SD = 9,465). Dan burnout syndrome tergolong tinggi, karena (mean empirik= 73,14.> mean hipotetik = 60 dimana selisihnya melebihi bilangan SD = 6,946). Adapun koefisien determinasi dari korelasi tersebut sebesar r2 = 0,162 artinya lingkungan kerja memberikan sumbangan efektif terhadap burnout syndrome sebesar 16,2%. Hasil penelitian ini sesuai hipotesis dengan hasil penelitian di lapangan.