Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara tingkat kecemasan dengan kesiapan menikah pada waria. Subjek dalam penelitian ini adalah waria yang bekerja di salon kecantikan di Kota Panyabungan. Hipotesis yang diajukan peneliti adalah adanya hubungan negatif yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kesiapan menikah pada waria, artinya semakin rendah tingkat kecemasan semakin tinggi kesiapan menikah begitu juga dengan sebaliknya. Metode penelitian dalam penelitian ini termasuk ke dalam penelitian korelasional. Penelitian korelasional bertujuan untuk menguji dan menjelaskan asosiasi dan hubungan diantara variabel. Yang menjadi variabel X dalam penelitian ini adalah tingkat kecemasan dan yang merupakan variabel Y adalah kesiapan menikah. Terdapat dua alat ukur yang digunakan pada penelitian ini, yaitu HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) dan Persepsi Kesiapan Menikah menggunakan skala Likert. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh terdapat hubungan negatif antara tingkat kecemasan dengan kesiapan menikah, dimana rxy = -0,693 dengan signifikan p = 0,000 < 0,050. Yang artinya semakin rendah tingkat kecemasan maka semakin tinggi kesiapan menikah dinyatakan diterima. Koefisien determinan (R2) dari hubungan antara variabel bebas X dengan variabel terikat Y adalah sebesar R2 = 0,480. Ini menunjukkan bahwa tingkat kecemasan berkontribusi terhadap kesiapan menikah sebesar 48%. Dan sisanya sekitar 52% dipengaruhi oleh faktor lain seperti tingkat kedewasaan, tingkat pendidikan, serta tingkat ekonomi dsb.