Abstract :
Penelitian “Pemanfaatan
Pupuk Organik Cair Kelapa Sawit Dan Pupuk Hayati M-BioTerhadap
Pertumbuhan Dan Produksi Pada Tanaman Okra (Abelmoschusesculentus L.
Moench)â€. Skripsi dibawah bimbingan Bapak Ir. H. Gusmeizal, MP, selaku ketua
pembimbing dan Ibu Ir. Asmah Indrawati, MP, Selaku anggota pembimbing.
Penelitian bertujuan untuk Pemanfaatan Pupuk Organik Cair Kelapa Sawit Dan
Pupuk Hayati M-BioTerhadap Pertumbuhan Dan Produksi Pada Tanaman Okra
(Abelmoschusesculentus L. Moench). Penelitian inimenggunakan Rancangan
Acak Kelompok (RAK) dengan 2 ulangan. Faktorial yang terdiri dari II faktor
perlakuan, Faktor I perlakuan pemberian P0 :Tanpa Pupuk Organik Cair Limbah
Kelapa Sawit, P1: Pemberian pupuk cair PKS dengan dosis 1 liter / plot, P2 :
Pemberian pupuk cair PKS dengan dosis 2 liter / plot, dan P3 : Pemberian pupuk
cair PKS dengan dosis 3 liter / plot. Faktor II, perlakuan pemberian pupuk Hayati
M-Bio, M0 : Tanpa Pupuk Hayati M-Bio, M1 : Pemberian Pupuk Hayati M-Bio 2
%, M2 : Pemberian Pupuk Hayati M-Bio 4 %, dan M3 : Pemberian Pupuk Hayati
M-Bio 6 %.Parameter yang diamati pada penelitian ini; Tinggi Tanaman (cm),
Jumlah Daun (Helai), Diameter Batang, Jumlah Buah Per Sampel, Jumlah Buah
Per Plot, Berat Segar Per Sampel (g), dan Berat Segar Per Plot (g).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik cair limbah
kelapa sawit berpengaruh tidak nyata terhadap parameter pengamatan vegetative
dan generative yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, sedangkan
untuk parameter pengamatan produksi berpengaruh tidak nyata pada jumlah buah
per sampel (g), pada jumlah buah per plot (g), berat segar per sampel (g), dan
berat segar per plot (g) dimana dosis terbaik yaitu pada perlakuan P3 yaitu dosis 3
liter. Perlakuan pupuk hayati M-Bio berpengaruh nyata terhadap parameter
pengamatan vegetative dan generative yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter
batang, sedangkan untuk parameter pengamatan produksi berpengaruh nyata pada
jumlah buah per sampel (g), pada jumlah buah per plot (g), berat segar per sampel
(g), dan berat segar per plot (g) dimana dosis terbaik yaitu pada perlakuan P3 yaitu
6 %.Perlakuan kombinasi pupuk organik cair limbah kelapa sawit dan pupuk
hayati M-Bio berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter pengamatan
vegetatif dan generatif.