Abstract :
Sebuah proyek memiliki batas waktu (deadline) dari setiap aktivitas yang berlangsung, dimana artinya proyek tersebut harus diselesaikan sebelum atau tepat pada waktu yang telah ditentukan. Manajemen waktu yang baik merupakan unsur penting didalamnya. Seperti pada Proyek Peningkatan Jalan Barus – Batas Kota Sibolga (KM. 18+ 500 – KM. 22+ 750). Pelaksanaan proyek ini membutuhkan manajemen pengelolaan proyek dari awal proyek hingga akhir masa pelaksanaan.
Salah satu metode penjadwalan pelaksanaan pekerjaan proyek yang dapat digunakan adalah dengan cara metode penjadwalan CPM. CPM adalah singkatan (Critical Path Method) (Metode Jalur Kritis). Pada Meode CPM (Critical Path Method) digunakan untuk menentukan jalur kritis sebuah proyek dimana merupakan suatu teknik manajemen dengan suatu metode perencanaan. Jalur kritis atau lintasan kritis terdiri dari rangkaian kegiatan kritis, dimulai dari kegiatan pertama sampai dengan kegiatan terakhir proyek, maka jalur kritis penting bagi pelaksanaan proyek karena pada jalur ini terletak kegiatan – kegiatan yang bila pelaksanaannya terlambat akan menyebabkan keterlambatan proyek secara keseluruhan yang juga kadang – kadang dijumpai lebih dari satu jalur kritis dalam jaringan kerja.
Lintasan kritis yang dihasilkan oleh metode penjadwalan CPM (Critical Path Method) pada proyek ini adalah pada kegiatan Mobilisasi, Galian Tanah Biasa, Timbunan Pilihan, Penyiapan Badan Jalan, Lapis Pondasi Agregat Kelas B, Lapis Pondasi Aggregat Kelas A, Laston Lapis Antara Perata (AC-BC) L, Laston Lapis Antara (AC-BC), Lapis Aus (AC-WC), Lapis Pondasi Kelas S dan Marka Jalan Termoplastik dikarenakan pada pekerjaan mobilisasi perhitungan maju mundur (Forward Computation) melalui start to finish dengan durasi 33 hari dan pada perhitungan mundur (Backward Computation) melalui finish to start juga memiliki durasi 33 hari.