Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair dari limbah cair kelapa sawit dan pupuk hayati biofertilizer pada bibit kelapa sawit di pembibitan main nursery, Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Medan Area yang berlokasi di jalan PBSI No.1 Medan Estate , Kecamatan Percut Sei Tuan dengan ketinggian tempat 22 m dari permukaan laut, tofografi, datar dan jenis tanah Aluvial. penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Mei sampai dengan bulan Oktober 2018.
Metode Penelitian yang akan digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) secara faktorial yaitu perlakuan pemberian pupuk organik cair dari limbah cair kelapa sawit (L) dan perlakuan pemberian pupuk hayati Biofertilizer (B) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan, dengan 2 faktor perlakuan, yaitu : 1) faktor pupuk organik cair dari limbah kelapa sawit (L) terdiri dari dari 4 taraf perlakuan, yaitu : L0 = tanpa perlakuan (kontrol positif) dari rekomandasi pemupukan kimia, L1 : Pemberian pupuk organik cair dari limbah kelapa sawit dengan dosis 75 cc/ Polibeg, L2 : Pemberian pupuk organik cair dari limbah kelapa sawit dengan dosis 150 cc/ Polibeg, L3 : Pemberian pupuk organik cair dari limbah kelapa sawit dengan dosis 225 cc/ Polibeg. 2) faktor pupuk hayati Biofertilizer (B) trdiri dari 4 taraf perlakuan, yaitu : B0 : Tanpa Biofertilizer B1 : Pemberian Biofertilizer dengan konsentrasi 0,1 %, B2 : Pemberian Biofertilizer dengan konsentrasi 0,2 %, B3 : Pemberian Biofertilizer dengan konsentrasi 0,3 %. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 2 (dua) kali sehingga terdapat 32 plot percobaan. Setiap percobaan terdiri dari 5 tanaman dengan 3 tanaman sampel. Adapun paramater yang diamati dalam penelitian terdiri dari tinggi bibit, diameter batang, jumlah daun, panjang daun, luas daun.
Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1) Pemberian POC dari limbah cair kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun dan luas daun. Dalam hal ini pemberian limbah cair kelapa sawit dengan dosis 225 cc/polibag, merupakan perlakuan terbaik dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan bibit kelapa sawit. 2) pemberian pupuk hayati biofertilizer berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang daun dan luas daun. Dalam hal ini pemberian pupuk hayati biofertilizer dengan konsentrasi 0,2%, menghasilkan perkembangan bibit yang baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. 3) Interaksi antara kedua faktor perlakuan menunjukkan berpengaruh sangat nyata terhadap parameter diameter batang, jumlah daun dan luas daun bibit kelapa sawit.