Abstract :
Citra adalah tujuan utama sekaligus merupakan reputasi dan prestasi yang hendak dicapai oleh lembaga atau perusahaan dalam hubungan masyarakat. Citra dapat menggambarkan sekumpulan kesan, kepercayaan,dan sikap yang ada di benak masyarakat, yang timbul atas kualitas pelayanan lembaga terhadap masyarakat.banyak pelayanan yang dilakukan oleh beberapa lembaga atau instansi pemerintah yang tidak meninggalkan kesan yang baik pada masyarakat sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran baik atau buruk Basarnas Medan dalam pelayanan pencarian dan pertolongan korban Kapal Sinar Bangun pada keluarga korban di Kecamatan Simanindo yang merupakan subjek penelitian ini. Melalui pendekatan kualitatif, data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dan kajian pustaka, maka dapat diketahui bahwa citra atau gambaran Basarnas Medan kurang baik dimata keluarga korban yang dapat diukur melalui kesan, kepercayaan, dan sikap keluarga korban yang berada di Kecamatan Simanindo. Berdasarkan analisis yang dilakukan atas wawancara mendalam kebanyakan keluarga korban merasa tidak puas dengan pelayanan yang dilakukan Basarnas dalam pencarian dan pertolongan korban tenggelamnya Kapal Sinar Bangun. Kondisi krisis citra ini tidak baik dibiarkan berlalu begitu saja, karena akan berdampak terhadap reputasi lembaga Basarnas. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pertanggung jawaban masih terus dilakukan oleh Basarnas dalam pencarian dan pertolongan melalui pemantauan secara tidak langsung, dengan apabila menemukan tanda-tanda korban Kapal Sinar Bangun Basarnas akan langsung terjun melakukan proses pencarian dan pertolongan kembali. Hal ini dilakukan melalui hubungan masyarakat untuk menanggulangi kesan,kepercayaan dan sikap yang kurang baik pada keluarga korban. selain itu Basarnas sebaiknya melibatkan Humas Basarnas dalam setiap pelayanan apapun yang dilakukan sehingga citra lembaga Basarnas dapat terjaga dengan baik