Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara work family conflict dengan stres kerja pada pegawai wanita yang sudah berumah tangga di kantor BAPPEDA PROVSU. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai wanita yang sudah berumah tangga di kantor BAPPEDA PROVSU yang berjumlah 37 orang. Untuk menentukan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling, yaitu keseluruhan dari populasi dijadikan sampel penelitian yang juga berjumlah 37 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala work family conflict dan stres kerja. Uji validitas menggunakan uji validitas isi yang dimana diperoleh koefisien butir skala work family conflict yang valid bergerak dari rbt=0,324 hingga rbt=0,499 dan skala stres kerja bergerak dari rbt= 0,312 hingga rbt=0,677 dengan taraf signifikan atau p>0,300. Uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach yang menghasilkan indeks reliabilitas sebesar 0,871 untuk skala work family conflict dan 0,912 untuk skala stres kerja. Uji korelasi butir total digunakan untuk menentukan hubungan antara kedua variabel yaitu work family conflict dan stres kerja diperoleh melalui perhitungan dengan korelasi Product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara work family conflict dengan stres kerja pada pegawai wanita yang sudah berumah tangga di kantor BAPPEDA PROVSU. Hal ini berdasarkan hasil perhitungan korelasi r product moment, dimana rxy=0,716 dengan signifikan p=0,000<0,010 artinya hipotesis yang di ajukan semakin tinggi Work family conflict maka akan semakin tinggi Stres kerja dan sebaliknya semakin rendah Work family conflict maka akan semakin rendah Stres Kerja dinyatakan diterima. Adapun sumbangan efektif dari work family conflict mempengaruhi stres kerja sebesar 51,3%.