Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui perbedaan self-regulated
learning antara siswa kelas internasional dengan siswa kelas reguler pada SMA
Shafiyyatul Amaliyyah Medan. Self-Regulated Learning merupakan suatu
kemampuan usaha siswa untuk mampu mengatur dan mengarahkan metakognisi,
motivasi, dan perilakunya dalam kegiatan belajar sehingga dapat meningkatkan
prestasi belajarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek
penelitian ini adalah siswa SMA kelas X dan XI yang berjumlah 30 dari kelas
internasional dan 30 dari kelas reguler. Skala yang digunakan adalah skala selfregulated
learning berjumlah 86 aitem. Reliabilitas skala self-regulated learning rbt
= 0.942. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik
analisis t-test dengan menggunakan SPSS versi 17.0. Berdasarkan analisis data,
membuktikan adanya perbedaan self-regulated learning yang signifikan antara
siswa kelas internasional dengan siswa kelas reguler. Hal ini dibuktikan dengan
koefisien perbedaan sebesar 5,652 dengan p=0,000 < 0,050. Selanjutnya dengan
melihat nilai rata-rata diketahui bahwa siswa pada kelas internasional memiliki selfregulated
learning yang lebih tinggi dengan mean empirik 194,67 dibandingkan
dengan siswa pada kelas reguler dengan nilai mean empirik 167,50. Kemudian
hasil perhitungan nilai mean empirik dan mean hipotetik diperoleh bahwa selfregulated
learning siswa SMA Shafiyyatul Amaliyah tergolong tinggi sebab selisih
nilai mean empirik (181.08) dengan nilai mean hipotetik (157,5) berada diluar
jangkauan SD yakni 22,984. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam
penelitian ini diterima