Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk melihat apak:ah ada hubungan antara
dukungan sosial dengan sikap penerimaan diri pada ibu-ibu yang memiliki anak
retardasi mental di YPAC Medan.
Berdasarkan penjabanm yang ada dalam bab landasan teori, maka diajukan
hipotesis penelitian yang berbunyi: Ada hubungan yang positif antara dukungan
sosial dengan sikap penerimaan diri pada ibu-ibu yang memiliki anak retardasi
mental. Dalam arti jika dukungan sosial tinggi maka sikap penerimaan diri juga
tinggi.
Dalam upaya untuk membuktikan hipotesis di atas, mak:a digunakan
metode analasis data korelasi product moment, dimana yang menjadi variable
bebas X adalah duk:ungan sosial dan yang menjadi variable terikat Y adalah sikap
penerimaan diri. Berdasarkan analisis data yang menggunakan analisis korelasi
product moment, maka diperoleh basil sebagai berikut: 1 ). Terdapat hubungan
yang positif antara dukungan sosial dengan sikap penerimaan diri. Hasil ini
dibuktikan dengan rxy= 0,771 ; p = 0,000. artinya semakin tinggi dukungan sosial,
maka sikap penerimaan diri semakain tinggi. Berdasarkan basil ini, maka
hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, dinyatakan diterima. 2). Berdasrkan
penelitian ini diketahui bahwa dukungan sosial memberikan pengaruh sebesar
59.5% terhadap sikap penerimaan diri pada ibu-ibu yang memiliki anak retardasi
mental. 3). Bahwa subjek dalam penelitian ini memiliki dukungan sosial yang
tinggi dan sikap penerimaan diri yang tinggi. Tingginya dukungan sosial yang
yang diperoler pada ibu-ibu yang memiliki anak retardasi mental ini dapat dilihat
dari perbandingan nilai empirik 91.3111 yang lebih besar daripada nilai rata-rata
hipotetiknya 75. Kemudian dalam sikap penerimaan diri, para orangtua atau ibuibu
yang memiliki anak retardasi mental juga tinggi, dilihat dari nilai rata-rata
empiric yang diperoleh 95.2222 lebih tinggi dari nilai hipotetiknya 77.5