Abstract :
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan
prasangka gender (sexism) antara anak yang diasuh oleh keluarga utuh dengan
anak yang diasuh oleh keluarga bercerai (single mother) di Kelurahan Sei
Sikambing B Medan. Hipotesis yang diajukan adalah ada perbedaan prasangka
gender (sexism) antara anak yang diasuh oleh keluarga utuh dengan anak yang
diasuh oleh keluarga bercerai (single mother). Asumsinya adalah anak yang
diasuh oleh keluarga utuh memiliki prasangka gender (sexism) yang lebih tinggi
dibandingkan dengan anak yang diasuh oleh keluarga bercerai (single mother).
Penelitian ini disusun berdasarkan metode skala Likert, dengan menggunakan
skala prasangka gender oleh Joesof (1979), yang terdiri dari 4 ( empat) ciri yaitu,
Menunjukkan adanya corak hubungan yang hanya terdapat/dengan golongan
sendiri (in-group atau out-group), Selalu menonjolkan kelompok sendiri, sehingga
terhadap kelompok sendiri bercorak positif sedangkan pada kelompok lain
bercorak negatif. Adanya sikap bermusuhan pada kelompok lain, Kecenderungan
selalu memuja kekuasaan yang dimiliki oleh kelompok sendiri. Jumlah sampel
dalam penelitian ini adalah 60 orang anak remaja perempuan yang bertempat
tinggal di Kelurahan Sei Sikambing B Medan, dengan rincian 30 orang anak yang
diasuh oleh keluarga utuh dan 30 orang anak yang diasuh oleh keluarga bercerai
(single mother) serta beberapa karakteristik pengambilan sampel. Teknik analisis
yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis V arians 1 jalur sesuai dengan
hasil terdapat perbedaan antara anak yang diasuh oleh keluarga utuh dengan anak
yang diasuh oleh keluarga bercerai (single mother). Hasil ini dibuktikan dari nilai
koefisien Anava 1 jalur F = 11, 148 dengan p<0,005, dengan nilai rerata yang telah
diperoleh dimana diketahui bahwa prasangka gender anak yang diasuh oleh
keluarga utuh (A 1=79,13) lebih tinggi dari anak yang diasuh dari keluarga
bercerai (A2=19,73). Berdasarkan hasil ini, maka hipotesis yang diajukan dalam
penelitian ini dinyatakan diterima