Abstract :
Fachruddin Nasution, melakukan penelitian berjudul: ?Peranan Kinerja Penyuluh
Pertanian dengan Peningkatan Produktivitas Padi Sawah di Kabupaten Labuhanbatu
Utara?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja penyuluh pertanian dan
untuk menganalisis perbedaan produktivitas padi sawah di daerah antara kinerja
penyuluh tinggi dengan kinerja penyuluh rendah di Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Penelitian menggunakan metode survey dan dilaksanakan di Kabupaten
Labuhanbatu Utara selama 3 (tiga) bulan, mulai bulan April 2016 s.d. bulan Juni
2016. Jumlah sampel penelitian sebanyak 100 petani padi sawah yang dibagi 2
kelompok yaitu untuk desa-desa dengan kinerja tinggi sebanyak 45 petani sampel
sedangkan jumlah sampel untuk desa-desa dengan kinerja rendah sebanyak 55 orang.
Data penelitian dianalisis secara statistik menggunakan analisis uji beda rata-rata (T
test analysis) menggunakan software SPPS versi 19. Hasil penelitian yaitu:
Karakteristik petani sampel di daerah kinerja penyuluh tinggi luas lahan sawah yaitu
1,1 hektar, umur yaitu 42,51 tahun, tingkat pendidikan petani adalah 8,6 tahun,
pengalaman berusahatani padi sawah yaitu 11,93 tahun dan jumlah tanggungan
keluarga 5 orang. Karakteristik petani sampel di daerah kinerja penyuluh rendah luas
lahan sawah yaitu 1,05 hektar, umur yaitu 46,09 tahun, tingkat pendidikan petani
adalah 8,73 tahun, pengalaman berusahatani padi sawah yaitu 13,60 tahun dan jumlah
tanggungan keluarga yaitu 5 orang. Daerah dengan kinerja penyuluh tinggi
produktivitas padi sawah rata-rata yaitu sebesar 53,83 Kwintal/Hektar/Musim Tanam
(Kw/Ha/MT) atau 5,383 Ton/Ha/MT. Sedangkan daerah dengan kinerja penyuluh
rendah produktivitas padi sawah rata-rata yaitu sebesar 49,72 Kw/Ha/MT atau 4,972
Ton/Ha/MT. Terdapat selisih produktivitas antara keduanya sebesar 4,11 Kw/Ha/MT
atau 0,411 Ton/Ha/MT. Artinya daerah dengan kinerja penyuluh tinggi mempunyai
produktivitas padi sawah lebih tinggi sebesar 4,11 Kw/Ha/MT atau 0,411
Ton/Ha/MT. Hasil uji beda rata-rata diperoleh batas atas perbedaan produktivitas
padi sawah di daerah kinerja penyuluh tinggi dengan daerah kinerja penyuluh rendah
5,32482 Kw/Ha/MT sedangkan batas bawah adalah 3,3774 Kw/Ha/MT. Dari hasil
perhitungan tersebut diperoleh t cari = 9,006 sedangkan tinggkat signifikansi yaitu
0,000 lebih kecil dari 0,01 dengan demikian dapat disimpulkan terima Ha dan tolak
Ho. Artinya ada perbedaan yang sangat signifikan antara produktivitas padi sawah
daerah kinerja penyuluh tinggi dengan daerah kinerja penyuluh rendah pada tingkat
kepercayaan 99% di daerah penelitian.