Abstract :
Bermula dari puing-puing di Pangkalan Berandan akibat aksi burni hangus
parapejuang dan karyawan minyak Indonesia, sebuah perusahaan minyak nasional dibangun. Pertamina terns berkembang menjadi perusahaan minyak dan gas bumi yang terpadu yang melaksanakan kegiatan hulu yang menyangkut eksplorasi dan produksi, sampai pada kegiatan hilir yaitu menyangkut kegiatan pengolahan, pengangkutan, penyaluran dan pelayanan penjualan kepada masyarakat. Pertamina adalah sebagai sebuah perusahaan yang ingin tetap survive, harus selalu mengadakan perbaikan-perbaikan dalam sistem kerjanya. Dengan sistem kerja yang baik, perusahaan akan mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, bahkan profit sebagai tujuan utama dari sebuah perusahaan. Dengan semakin berkurangnya produksi BBM dan LPG, maka pekerjaan yang dilakukan Bagian-bagian di Pertarnina juga menjadi berkurang. Untuk memecahkan masalah tersebut diperlukan suatu metode perhitungan yang dapat menentukan berapa sebenarnya jumlah pekerja yang dibutuhkan.