Abstract :
Tingkat konsumsi telur ayam ras semakin meningkat terutama pada pasar
tradisional, dimana pasar tradisional merupakan bagian terbesar dari seluruh
tempat belanja masyarakat Indonesia, namun berdasarkan laporan yang ada telur
ayam ras juga merupakan salah satu sumber kontaminan bakteri Salmonella yang
merupakan penyebab penyakit bersumber dari makanan (food borne disease)
dengan frekuensi tertinggi sehingga dengan tingkat konsumsi yang tinggi
kemungkinan untuk terkontaminasi bakteri Salmonella juga sangat besar, oleh
karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan bakteri
Salmonella pada telur ayam ras yang dipasarkan pada pasr tradisional di kota
Medan.
Penelitian ini menggunakan sample sebanyak 15 Butir yang dipilih dari
tiga Pasar tradisional di kota Medan yaitu Simalingkar,Simpang Limun, dan Pusat
Pasar dimana dari ketiga kios tersebut masig-masing diambil sampel sebanyak
5 butir yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan bakteri Salmonella pada
labratorium kesehatan Medan.
Hasil Penelitian ini, bahwa dari 15 Butir sampel tersebut, ditemukan 5 butir
telur yang mengandung bakteri Salmonella atau sebesar 33,33 %, dimana dari
masing-masig pasar seperti pada pasar Simalingkar dari 5 butir sampel ditemukan
bakteri Salmonella dari 1 butir telur, pada pasar Simpang Limun sebanyak 3 butir
telur, dan 1 butir telur pada pasar Pusat Pasar. Kemungkinan besar sebanyak
adanya bakteri Salmonella disebabkan oleh kulit telur ( cangkang) yang kotor.
Berdasarkan hasil penelitian diatas maka saran dan yang dapat diberikan
adalah kepada pihak terkait untuk melakukan pengawasan dan bimbingan baik
kepada pengusaha peternakan dan pedagang eceran telur ayam ras sebagai upaya
untuk mengurangi resiko terkontaminasi bakteri Salmonella, dan kepada
masyarakat agar menyimpan telur pada lemari pendingin, jika telur tersebut belum
digunakan dan memasak telur dengan sempuma atau tidak setengah masak,
karena bakteri Salmonella masih dapat hidup pada telur yang dimasak tidak
sempuma.