Abstract :
Tanaman anggrek merupakan salah satu tanaman bias yang cukup
digemari di Indonesia. Keistimewaan tanaman ini dibandingkan dengan tanaman
lainnya adalah mempunyai bentuk, ukuran dan wama bunga yang beraneka ragam
disamping ketahanan bunganya (value life) yang relatif lebih lama dibandingkan
dengan tanaman hias lainnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi NAA dan 2,4-D
yang tepat/sesuai guna memperoleh tanaman anggrek haploid melalui kultur
anther. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Riset dan Teknologi Fakultas
Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan bulan Desember 2005 hingga
Maret 2006.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial
dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah konsentrasi Zat Pengatur
Tumbuh NAA (N) dengan 4 taraf yaitu : N1 (0,001 ppm), N2 (0,01 ppm), N3 (1
ppm) dan N4 (10 ppm). Faktor kedua adalah konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh
2,4-D (D) dengan 4 taraf yaitu: D1 (0,001 ppm), D2 (0,01 ppm), D3 (1 ppm) dan
D4 (10 ppm).
Adapun parameter yang diamati adalah saat terbentuk kalus (HST),
persentase membentuk kalus (%), jumlah eksplan membentuk kalus (buah),
pertambahan berat eksplan (g), berat kalus (g) dan kualitas kalus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh
2,4-D menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua parameter yang
diamati.
Pada penelitian ini perlakuan konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh NAA (N)
yang terbaik untuk semua parameter yang diamati yaitu N3 (I ppm) dan untuk
perlakuan Zat Pengatur Tumbuh 2,4-D (D) yang terbaik untuk semua parameter
yang diamati terdapat pada D3 (1 ppm). Interaksi yang terbaik pada semua
parameter yang diamati terdapat pada kombinasi N3D3.