Abstract :
Berdasarkan hasil penelitian implementasi kebijakan Pengelolaan Banjir
di Kota Medan belum mencapai hasil yang optimal. Bahkan ditemukan ada kecenderungan implementasi program ini kurang efektif.
Indikasi ini diukur dari tingkat pencapaian tujuan dan sasaran serta tingkat kepuasan masyarakat selaku penerima manfaat dari proses
pembangunan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa tingkat pencapaian tujuab dan sasaran cenderung negatif yang terlihat dari realisasi penyelesaian masalah banjir/ genangan air, yaitu sebelum implementasi kebijakan kawasan bebas banjir di Kota Medan sebanyak 30 (tiga puluh) titik, ironisnya setelah implementasi kebijakan bertambah menjadi 32 (tiga puluh dua) titik. Selanjutnya tingkat kepuasan masyarakat juga trend-nya
negatif, yaitu penilaian masyarakat terhadap implementasi
kebijakan
pengelolaan banjir di Kota Medan, rata-rata 80 % menilai
kinerja
pengelolaan banjir di Kota Medan "buruk". Dari hasil penelitian juga ditemukan kendala struktural dan
nonstruktural pada implementasi kebijakan pengelolaan banjir di Kota
Medan, antara lain: 1) database sistem jaringan drainase; 2) perencanaan
program belum komprehensif; 3) belum terbangunnya kolaborasi dan
sinergitas kelembagaan; 4) keterbatasan alokasi anggaran; 5) rendahnya
kualitas dan kuantitas SDM; 6) peningkatan perubahan tata guna lahan;
7) rusaknya ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS); 8) rendahnya motivasi
masyarakat untuk melestarikan budaya gotong-royong.