Abstract :
Untuk dapat membentuk sosok PNS seperti tersebut di atas, perlu Pelatihan
(Diktat)
yang mengarah kepada upaya peningkatkan, sikap dan semangat pengabdian
yang
berorientasi pada kepentingan masyarakat, bangsa, negara, dan tanah air; kompetensi teknis,
manajerial, dan atau kepemimpinannya dan efisiensi, efektifitas, dan kualitas pelaksanaan
tugas yang dilakukan dengan semangat kerjasama dan tanggung jawab
sesuai dengan
lingkungan kerja organisasinya. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101
Tahun 2000
tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil, antara lain ditetapkan
jenis-jenis
Diklat PNS. Salah satu jenis Diklat diperlukan dalam pembentukan kompetensi
PNS untuk jabatan struktural eselon III adalah Diklatpim Tingkat Ill.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Program Pendidikan
dan
Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III mampu memberikan kontribusi terhadap
peningkatan
kemampuan administrasi Pejabat Eselon III di lingkungan Pemerintah Propinsi
Sumatera Utara. Pengambilan sampel melalui teknik acak stratifikasi secara proporsional
(proportionate stratified random sampling), sebanyak 82 orang. Analisis data
dilakukan
dengan menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi dan korelasi
ganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor Pendidikan dan Pelatihan
Kepemimpinan Tingkat III meliputi: isi materi pelajaran, kualifikasi tenaga
pengajar,
ketepatan teknik dan metode pengajaran, fasilitas diklat dan kualifikasi peserta secaa
bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 69,2 persen terahadap
peningkatan
kemampuan administrasi para pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Propinsi
Sumatera
Utara. Faktor-Faktor lain di luar variabel Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat
Ill yang tidak diukur dan tidak diteliti dalam penelitian ini memberikan kontribusi sebesar
30,8 persen terhadap peningkatan kemampuan administrasi. Faktor luar yang ikut
menentukan tersebut antara lain faktor usia atau umur, tingkat pendidikan, masa kerja atau
pengalaman kerja, minat, situasi kerja termasuk di dalamnya kerjasama atau hubungan antara
bawahan dengan atasan, kondisi dan situasi kerja, sikap orang terhadap pekerjaan,
pangkat/jabatan, kualitas pengawasan dan lain-lain.