Abstract :
Penelitian ini melihat bagaimana implementasi dari pelaksaaan Program Dana
Bantuan Pembangunan Desa di kecamatan Salapian, dimana menurut pengamatan banyak
memunculkan berbagai masalah, terutama ketepatan sasaran dan tingkat partisipasi
masyarakatnya yang sangat rendah. Sebuah ironi memang ketika image yang terbangun
saat ini bahwa masyarakat desa sangat kental kegotongroyongannya.
Berdasarkan uraian dan pembahasan mengenai partisipasi masyarakat desa dalam
mendukung pelaksanaan Program Dana Bantuan Pembangunan Desa di Kecamatan
Salapian Kabupaten Langkat, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Partisipasi masyarakat desa dalam pelaksanaan Program Dana Bantuan
Pembangunan Desa di Kecamatan Salapian khususnya di desa yang dijadikan
sampel masih relatif rendah. Hal ini disebabkan kurangnya pembinaan, bimbingan
dan pengarahan dari pemerintah terhadap unsur pelaksana yang terlibat dalam
pelaksanaannya khususnya dalam hal bagaimana cara untuk memotivasi
masyarakat agar mereka mau memberi sumbangan/dukungan atau partisipasinya
dengan kesadaran dan kerelaan sendiri tanpa adanya unsur paksaan.
2. Kurangnya kemampuan dan kualitas kepemimpinan Kepala Desa dalam hal
berkomunikasi dengan masyarakat desanya dan kurang memberi penyuluhan
kepada masyarakat desanya.
3. LPMD sebagai wadah partisipasi masyarakat desa dalam pelaksanaan Program
Dana Bantuan Pembangunan Desa masih kurang dapat menjalankan tugas, fungsi
dan peranannya sesuai yang diharapkan oleh masyarakat desa yaitu membawa
aspirasi masyarakat kedalam proses pengambilan keputusan desa.
4. Rendahnya tingkat partisipasi msyarakat desa di Kecamatan Salapian khususnya
di desa yang dijadikan sampel juga disebabkan oleh rendahnya tingkat
kemampuan ekonomi yang mereka miliki dimana sebagian besar mata
pencaharian masyarakat desa adalah bertani dan buruh, sehingga dengan
pendapatan yang hanya cukup untuk memenuhi sumbangan/partisipasinya kecuali
yang berbentuk tenaga kasar saja.
5. Pelaksana Program Dana Bantuan Pembangunan Desa belum mencapai hasil yang
baik, karena dukungan/partisipasi masyarakat desa relatif masih kurang.
6. Pelaksanaan Program Dana Bantuan Pembangunan Desa di kecamatan Salapian
khususnya di desa sampel masih kurang mencerminkan kebutuhan riil masyarakat
desa, sehingga masyarakat desa enggan untuk memberikan partisipasinya dan
mereka beranggapan bahwa proyek tersebut kurang bermanfaat bagi mereka dan
mereka masa bodoh dengan pelaksanaan Program Dana tersebut.