Abstract :
Tesis ini berjudul Kinerja Lembaga Legislatif (Studi Tentang
Kinerja
DPRD Kabupaten Deli Serdang). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui
dan mendeskripsikan Kinerja DPRD serta faktor-faktor yang mempengaruhi
Kinerja
DPRD Kabupaten Deli Serdang Periode 1999-2004. Data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diolah
dari hasil
pengamatan dan wawancara dengan anggota DPRD serta pihak-pihak
yang
terkait dengan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi DPRD Kabupaten Deli Serdang.
Sedangkan data sekunder diperoleh dari Sekretariat DPRD dan Sekretariat
Pemerintah Daerah Kabupaten Deli Serdang. Unit analisis dalam penelitian ini
adalah DPRD Kabupaten Deli Serdang sebagai suatu lembaga organisasi. Adapun
variabel dalam penelitian ini adalah Kelembagaan (Organisasi),
Sumber Daya
Manusia, dan Informasi sebagai variabel independen. Sedangkan
yang menjadi
variabel dependen adalah kinerja DPRD Kabupaten Deli Serdang. Metode analisis yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja DPRD Kabupaten
Serdang
Periode 1999-2004 masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari indikator
Akuntabilitas,
Responsivitas dan. Efektifitas. Rendahnya Kinerja DPRD Kabupaten Deli
Serdang ini
dipengaruhi oleh faktor kelembagaan yaitu sarana dan prasarana,
Sumber Daya
Manusia yaitu pendidikan dan pengalaman, serta faktor informasi yaitu sumber
informasi yang digunakan, keterbukaan menerima dan menyampaikan informasi,
serta intensitas menyerap aspirasi masyarakat yang dimiliki oleh DPRD
Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa ternyata faktor
anggaran dan pembiayaan yang tinggi tidak berpengaruh terhadap kinerja DPRD
Kabupaten Deli Serdang.
Dalam peran serta pemberdayaan DPRD untuk memperbaiki dan
meningkatkan kinerja DPRD Kabupaten Deli Serdang dimasa yang akan datang,
perlu diadakan pengenalan dan orientasi melalui pelatihan/ kursus terhadap
pelaksanaan tugas pokok dan fungsi DPRD sebagai lembaga perwakilan masyarakat
daerah serta melalui pengembangan kualitas terhadap sistem persyaratan anggota
legislatif melalui partai politik.