Abstract :
Apa faktor penyebab utama yang menyebabkan di daerah
non tertinggal
masih juga terdapat sejumhh desa tertinggal? Bagaimana ketimpangan
bisa terjadi
didaerah tersebut. Apa kebijakan yang dapat dilakukan guna
mempercepat
pembangunan desa tertinggal didaerah non tertinggal tersebut?
Berbagai
pertanyaan ini yang mendorong penulis untuk meneliti dan mempelajarinya secara lebuh mendalam. Di provinsi Sumatera Utara terdapat 25 daerah (19 kabupaten
dan 6 kota), 6
(enam) daerah diantaranya adalah daerah tertinggal dengan sejumlah
besar desa-desa
tertinggal. Letak daerah-daerah tertinggal ini masing-masing 3 (tiga) daerah di
wilayah pengembangan pantai timur dan 3 (tiga) diwilayah dataran
tinggi. Banyak
faktor penyebab mengapa daerah tersebut tertinggal (letak geografis, topografi,
sarana dan prasarana, kebijakan pemerintah, dsb). Adalah suatu kewajaran jika
didaerah tertinggal banyak terdapat desa-desa tertinggal. Akan tetapi, tentunya akan
menimbulkan pertanyaan, mengapa didaerah -daerah non tertinggal diwilayah pengembangan Pantai Timur masih pula banyak terdapat desa-desa tertinggal.
Guna menjawab berbagai pertanyaan yang muncul sehubungan dengan kondisi yang terjadi, penulis akan mencoba mencari dan menelusuri jawabannya dengan
melakukan penelitian disalah satu kabupaten yang merupakan daerah nontertinggal
tetapi masih memiliki desa-desa tertinggal. Kabupaten yang akan menjadi
obyek penelitian dalam tesis ini adalah Kabupaten Serdang Bedagai.
Kabupaten Serdang Bedagai adalah salah satu kabupaten non-tertinggal yang
berlokasi diwilayah pengembangan Pantai Timur dengan desa tertinggal yang
jumlahnya relatip banyak merupakan alasan yang mendorong penulis untuk
memilih daerah ini sebagai lokasi dan objek yang akan diteliti didalam tesis ini.