Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pelaksanaan peranan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah diKabupaten Aceh Tenggara. Sampel yang digunakan terdiri dari dua sampel, yaitu: menggunakan sampl peluang terhadap
populasi DPRD di lapangan sebanyak 25 orang dan sampel yang akan
diambil dari
populasi Para Tokoh Agama, masyarakat serta organisasi Kepemudaan
di lapangan
digunakan cara sampel pusposif sebanyak 79 orang. Jadi jumlah keseluruhan
responden menggunakan
metode analisa kualitatif deskriftif dengan menggunakan tabel tunggal
atau tabel frekwensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah Kabupaten Aceh Tenggara dalam mewujudkan tata pemerintahan
yang baik
masih jauh dari harapan. Artinya kurang efektifnya pelaksanaan ketiga fungsi pokok
tersebut, maka untuk meningkatkan kinerja para anggota DPRD di lapangan tentu
saja yang harus dibenahi terlebih dalmlu adalah Para Anggota DPRD
itu sendiri
disamping juga adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Aceh
Tenggara yang
menuju kearah terciptanya Demokratisasi dan Otonomi Daerah. Kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Aceh Tenggara di pengaruhi
oleh variabel
pelaksanaan peranan DPRD, besarnya pengaruh variabel tersebut sebesar 52 persen
yang menyikapi dari responden Anggota DPRD dan 53,17 persen pendapat dari
Tokoh Agama, masyarakat serta Organisasi Kepemudaan terhadap pelaksanaan
fungsi Iegislasi di Kabupaten Aceh Tenggara; sebesar 56,96 persen (tidak efektif)
pendapat dari Tokoh Agama, Masyarakat serta Organisasi Kepemudaan dan 0 persen
pendapat Anggota DPRD terhadap pelaksanaan fungsi anggaran di Kabupaten Aceh
Tenggara dan sebesar 56,96 persen (kurang efektif) pendapat dari Tokoh Agama,
Masyarakat serta Organisasi Kepernudaan dan 0 persen pendapat Anggota DPRD
terhadap pelak:sanaan fungsi pengawasan di Kabupaten Aceh Tenggara.