Abstract :
Penelitian ini mengangkat permasalahan sebagai berikut : Bagaimana
proses lmplementasi Program e-Government pada Pemerintah Kota Medan
serta faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambatnya. Sedangkan
tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pelaksanaan Program e-Government
pada Pemerintah Kota Medan dan mengetahui faktor-faktor pendukung
maupun
penghambat dalam lmplementasi Program e-Government pada Pemerintah
Kota
Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan
pendekatan
kuantitatif. Sampel yang dipilih adalah para aparatur pengelola sistem
informasi
di beberapa satuan kerja berjumlah 43 (empat puluh tiga) orang.
Wawancara
dilakukan pada responden terpilih diantaranya Kepala Dinas lnfokom
dan PDE
Kota Medan, Sekretaris Bappeda Kota Medan, Anggota Tim Telematika
Pemko
Medan, dan masyarakat pengguna Teknologi lnformasi Kota Medan
yang dinilai
tepat memberikan informasi yang dibutuhkan.
Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa secara
umum dapat
dikatakan bahwa Dinas lnfokom dan PDE Kota Medan sebagai
satuan kerja
pengelola sistem informasi beserta para aparatur pengelola sistem
informasi
selaku implementator di tingkat satuan kerja sesuai yang tercantum
dalam
Surat Keputusan Walikota Medan No. 065/2502/SK Tanggal 6 Juli
2000 tentang
Tim Pengkajian Komputerisasi Pemerintah Kota Medan kurang
efektif dalam melaksanakan kebijakan ini, ini dapat dilihat dari indikator-indikator
implementasi
yang belum berjalan dengan baik. Perlu menjadi sorotan khusus agar jangan ada
timbulnya kesan bahwa program e-government adalah kebijakan setengah hati
dari Pemerintah Kota Medan, ini dapat dilihat dari belum adanya pterosialisasinya program ini sampai ke tingkat aparat pelaksana, juga belum adanya kejelasan
peraturan dan petunjuk di tingkat pelaksanaan maupun di tingkat teknisnya.
Begitu pula dengan struktur birokrasi yang belum diberdayakan dengan baik
sehingga sistem informasi yang terbangun menjadi parsial dan belum terintegrasi
pada sebuah sistem e-Government yang terpadu. Kecenderungan dan prilaku
sebagian pimpinan yang belum mendukung ke arah terciptanya Good
Governance juga merupakan kendala yang mempengaruhi berjalannya
implementasi kebijakan ini secara baik. Namun ada sisi lain yang cukup
menggembirakan, yaitu era Teknologi lnformasi yang demikian hebatnya secara
eksternal cukup berpengaruh terhadap implementasi program ini, dimana secara
suka atau tidak suka teknologi ini telah memasuki wilayah birokrasi melalui
kebutuhan sarana dan prasarana kantor yang berbasis sistem informasi sesuai
dengan tuntutan zaman.