Abstract :
Produksi padi di Deli Serdang sejak tahun 1995 sampai 2006
mengalami
penurunan. Hal ini disebabkan karena luas areal persawahan
yang setiap
tahunnya semakin berkurang disebabkan oleh berbagai faktor antara
lain luas
panen yang semakin berkurang karena konversi lahan, tingkat
produktivitas,
harga dan adopsi teknologi yang belum terlaksana secara optimal.
Kabupaten
Deli Serdang sebagian besar masyarakatnya hidup dari mata
pencaharian
sebagai petani baik padi sawah maupun padi ladang. Daerah
Deli Serdang
merupakan daerah yang agraris yang kaya akan sumber daya alam
mempunyai
potensi yang sangat besar untuk meningkatkan produksi padi khususnya
padi
sawah, belum dimanfaatkannya faktor produksi seoptimal mungkin
sehingga
produksi padi belum mencapai tingkat produksi yang diharapkan untuk
mencapai
swasembada beras seperti pada tahun 1988. Peningkatan produksi
padi di
Kabupaten Deli Serdang ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan
daerah,
menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan petani.
Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui
sejauh mana faktor-faktor luas panen padi, produktivitas dan harga padi berpengaruh
terhadap
produksi padi sawah; 2) Untuk mengetahui berapa besar kontribusi pengusahaan
padi sawah terhadap pendapatan daerah Kabupaten Deli Serdang.
Dari hasil penelitian ini diperoleh: 1) Faktor luas lahan, produktivitas dan
harga sangat berpengaruh terhadap tingkat produksi padi sawah di daerah Deli
Serdang; 2) Pertambahan satu hektar luas panen akan meningkatkan produksi
padi sawah sebesar 5,07 ton; 3) Pertambahan tingkat produktivitas 1 persen
akan meningkatkan produksi padi sawah sebesar 80.225,2 1 ton/ha; 4) Kenaikan
harga padi sawah sebesar Rp. 1 akan meningkatkan produksi padi sawah
sebesar 40,85 kg; dan 5) Kontribusi jumlah penerimaan dari komoditas padi
sawah terhadap PDRB Kabupaten Deli Serdang dengan nilai rata-rata 4,16%.