Abstract :
MBS diimplementasikan dengan manajemen yang transparan, akuntabel,
memberdayakan warga sekolah dan masyarakat, dan menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan meningkatkan mutu pendidikan dalam suasana pembelajaran aktif, kreatif,
efektif, dan
menyenangkan (PAKEM). Untuk itu, dalam implementasinya, MBS menuntut
adanya
dukungan sumberdaya manusia (Kepala Sekolah, Guru, Staf Administrasi), masyarakat
(khususnya Komite Sekolah dan Orangtua Siswa), sarana/prasarana dan dana.
Hasil penelitian pada SMP Negeri 9, SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 28 Medan
menunjukkan bahwa implementasi MBS masih menghadapi berbagai hambatan, antara
lain kurangnya profesionalisme dan dukungan sumberdaya sekolah, kurangnya sosialisasi konsep MBS, dan kurangnya konsistensi pemerintah terhadap aturan yang telah
ditetapkan. Faktor yang mendukung implementasi MBS pada SMP Negeri 9, SMP Negri
24, dan SMP Negeri 28 Medan adalah letak geografis sekolah jauh dari pusat keramaian
sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan tertib dan aman.