Abstract :
Paradigma baru Gerakan Keluarga Berencana Nasional yaitu untuk
mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak
dalam mewujudkan keluarga berkualitas tahun 2015. Tujuan tersebut merupakan salah
satu bagian stategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia agar menjadi
kekuatan bangsa pada umumnya dan menjadi potensi daerah khususnya dalam
menyahuti era otonomi daerah. Dengan paradigma baru tersebut sangat perlu
didukung oleh petugas lini lapangan yang memiliki kemampuan manajerial dan
pengetahuan komunikasi yang efek1if dalam menyampaikan pesan-pesan program KB
ditegah-tengah masyarakat.
Pentingnya kemampuan manajemen ini dijelaskan Millet ( dalam Hugger 1993:
23) "manajemen is the process of facilitating the work of" people organized in formal
group to achieve a desired goal" . Maksudnya manajemen adalah proses aktivitas
yang dijalankan seseorang atau kelompok dalam setiap usaha, guna mencapai tujuan
yang optimal. Begitu juga dcngan efektivitas komunikasi yang dimiliki seseorang
petugas penyuluhan lapangan KR James M Hinggins ( 1982: 78) menyebutkan "If you
can communicate appropriately, then you have gone a long way toward becoming an
affective manager". Maksudnya adalah jika anda mempunyai kemampuan
berkomunikasi yang efektif, maka anda memiliki waktu yang panjang untuk menjadi
seseorang manajer efektif