Abstract :
PT. Sinar Sosro Medan sebagai salah satu produsen minuman ringan, menyadari
bahwa perencanaan kebutuhan akan kapasitas produksi yang digunakan selama ini
masih belum optimal sehingga masih perlu dilakukan penelitian untuk
mendapatkan perencanaan kebutuhan akan kapasitas produksi yang optimal.
Perencanaan kebutuhan kapasitas produksi selama ini masih dirasakan kurang
baik, sehingga saat-saat tertentu perusahaan harus menanggung biaya produksi
yang cukup tinggi untuk memenuhi permintaan yang diterima, bahkan perusahaan
bisa mengalami kerugian akibat sulitnya mendapatkan bahan baku, sementara
permintaan pasar yang diterima harus segera dikirim, kondisi tersebut merupakan
beberapa penyebab yang mendorong penulis mencoba melakukan perencanaan
produksi secara kuantitatif berdasarkan data-data historis dengan menggunakan
perhitungan secara sistematis dan statistik. Salah satu teknik yang selalu dan
banyak digunakan oleh perusahaan, khususnya dalam bidang operasi untuk
menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa yang perlu dipersiapkan guna
memenuhi permintaan konsumen di masa mendatang adalah dengan
menggunakan teknik forecasting atau peramalan. Dalam penelitian ini penulis
melalukan pendataan terlebih dahulu, adapun data yg diperlukan dalam
pengolahan data ini adalah: data historis penjualan l tahun terakhir, data jumlah
produksi selama 1 tahun terakhir dan data lain yang mendukung untuk
pengolahan data tersebut. Setelah pengumpulan data dilakukan, maka dilakukan
pengujian dengan konsep peramalan atau forecasting. Tahapan-tahapan yang
dilakukan dalam pengolahan data adalah: meramalkan besar permintaan untuk 1
tahun mendatang, membuat rencana produksi akan kebutuhan kapasitas produksi
untuk 1 tahun mendatang dengan metode transportasi. Adapun basil peramalan
permintaan akan teh botol sosro untuk 1 tahun kedepan diperoleh angka terkecil
berada pada bulan April yaitu hanya 11228 pallet dengan anggaran biaya sebesar
Rp 12.350.800.000.-. Sedangkan permintaan paling tinggi berada pada bulan
Oktober yaitu sebesar 12936 pallet dengan anggaran biaya sebesar Rp
14.275.800.000,-. Permintaan akan teh botol Sosro mengalami masa peningkatan
di bulan Agustus sampai dengan Desember. Sedadangkan pada bulan Januari
sampai dengan Juli pennintaan mengalami fase penurunan. Jadi dapat
disimpulkan dilakukannya sebuah konsep peramalan agar suatu perusahaan
mengetahui seberapa besarnya biaya produksi dan permintaan pasar dsb.