Abstract :
Ekspor agroindustri sangat menjanjikan untuk dikembangkan
sebagai
sebuah keuntungan komparatif bagi Propinsi Sumatera Utara yang
merupakan
daerah pertanian. Tetapi kenyataannya sektor agro industri tidak
memberikan
hasil yang maksimum. Kondisi ini berhubungan dengan beberapa faktor
seperti
kekurangan bahan baku baik dari segi jumlah maupun kualitas
dan juga kesinambungan supply. Sumatera Utara juga menghadapi kurangnya
sumber
daya manusia yang ahli dalam agroindustri. Dan faktor penting lainnya adalah
keterbatasan dana atau investasi untuk membiayai pembangunan agroindustri di
Sumatarera Utara.
Setelah melakukan analisis mengenai agroindustri di Sumatera utara,
penulis menyimpulkan biaya bahan baku, Investasi, dan Jumlah tenaga kerja sektor agroindustri mempunyai pengaruh positif terhadap ekspor agroindustri
dengan besar koefisien pengaruhnya masing-masing adalah 0,212, 0,095, dan
0,066. Diantara ketiga variabel tersebut di atas, maka biaya bahan baku
agroindustri memberikan pengaruh yang paling besar di bandingkan investasi dan
jumlah tenaga kerja sektor agroindustri terhadap ekspor agroindustri di Sumatera
Utara.
Perkembangan agroindustri di Sumatera Utara selama tahun 1990 - 2004
mengalami pertumbuhan rata-rata per tahun sebesar 21,72%.