Abstract :
Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dan
locus of
control dengan kinerja karymvan. Hal ini ditunjukkan dengan koefisien F reg=
1,117
dimana p < 0,050. Hal ini menandakan bahwa semakin tinggi motivasi kerja
dan
semakin internal locus of control yang dimiliki oleh karyawan maka semakin baik
kinerjanya, dan sebaliknya semakin rendah motivasi kerja dan semakin eksternal
locus of control yang dimiliki oleh karyawan maka semakin rendah kinerjanya.
Berdasarkan hasil penelitian ini, maka hipotesis yang diajukan dinyatakan
diterima.
Ada hubungan yang positif antara motivasi kerja terhadap kinerja
karyawan pada pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Labuhan dengan
sumbangan 33,3%. Ada hubungan yang positif antara locus of control terhadap
kinerja karyawan sebesar 24,4%. Total sumbangan efektif dari kedua
variabel
bebas (motivasi kerja dan locus of control) terhadap kinerja karyawan adalah
sebesar 57,7%. Dari hasil ini diketahui bahwa masih terdapat 42,3% pengaruh
dari
faktor lain terhadap kinerja karyawan.
Hasil lain diperoleh dari penelitian ini, yakni diketahui bahwa subjek
penelitian ini para pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Labuhan memiliki
motivasi kerja yang tergolong sangat tinggi dan memiliki locus of control yang
tergolong internal demikian juga dengan kinerja karyawan yang diperoleh juga
tergolong sangat tinggi. Hal ini diketahui dengan melihat nilai rata-rata/mean
empiriknya motivasi kerja (212,30) dan nilai rata-rata hipotetiknya (91,25). Untuk
variabel locus of control nilai rata-rata/mean empiriknya (116,64) dan nilai rata-rata
hipotetiknya (24). Selanjutnya untuk kinerja karyawan diketahui bahwa mean
rata-rata/mean empiriknya (84,00) dan mean hipotetiknya adalah (8).