Abstract :
Dalam penelitian ini telah dilakukan analisis pemasaran ternak sapi di
Kabupaten Karo, di dua pasar hewan yaitu pasar hewan Tigapanah dan Sukaramai.
Pengambilan data primer dilakukan dengan cara wawancara dan observasi terhadap
40 peternak, masing-masing 20 Peternak di Tigapanah dan Sukaramai yang diambil
secara acak sederhana. Pengambilan data sekunder bersumber dari kantor Dinas dan
kantor Bupati Karo. Pengambilan data primer dan data sekunder di lapangan
dilakukan pada awal tahun 2007. Hasil Penelitian yang diperoleh adalah:
1. Pemasaran sapi di Kabupaten Karo belum efisien bagi peternak sapi karena belum
tersedia sarana informasi harga sapi dan belum ada alat timbangan sapi di pasar
hewan.
2. Berat sapi yang dihitung berdasar nunus Schrool adalah leblh tinggi dan berbeda
nyata dengan taksiran berat belantik di pasar hewan.
3. Harga jual sapi di luar pasar hewan adalah lebih tinggi dan berbeda nyata dengan
harga jual sapi di pasar hewan.
4. Makin jauh letak desa dengan pasar hewan maka makin tinggi biaya total
pemasaran sapi. Faktor-faktor yang menentukan harga jual sapi belum dapat dijelaskan secara
kuantitatif (regresi) dalam penelitian ini. Makin tinggi umur petemak makin baik
persepsinya terhadap harga yang dibuat belantik, tingkat pendidikan peterak tidak
berhubungan nyata dengan persepsinya terhadap harga sapl yang dibuat belantik.