Abstract :
Adapun sasaran wilayah DPM-LUEP di Kabupaten Asahan adalah
Kecamatan dengan sasaran penerima DPM-LEUP sebanyak 4 LUEP yang
terdiri dari kelompok tani dengan petani sebagal anggotanya. Data
menunjukkan bahwa realisasi pembelian gabah yang dilakukan oleh
penerima DPM-LUEP melebihi target yang telah ditetapkan.
Hasil kajian juga menunjukkan bahwa terjadi defisit beras yang
dimulai terjadi tahun 2001 di Kabupaten Asahan dan proyeksinya terus
akan terjadi sampai pada masa yang akan datang. Keadaan ini harus
disikapi serius dengan cara peningkatan kemampuan penyediaan (luas
panen dan produktivitas) dan penurunan tingkat permintaan (diversifikasi
pangan).
Hasil proyeksi terhadap kebutuhan beras di Kabupaten Asahan
pada tahun 2007 diperlukan produksi sekitar 184,879 ton beras yang
setara dengan 292,530 ton gabah kering giling. Dengan produksi tahun
2006 sebesar 184,15 ton, maka diperlukan peningkatan produksi sebesar
729 ton beras (setara dengan 1153.5 ton gabah kering giling) atau 0.54
persen.
Hasil kajian juga menunjukkan bahwa program DPM-LUEP yang
digulirkan di Kabupaten Asahan secara nyata pengaruh kepada
peningkatan harga GKP tetapi belum mampu merangsang peningkatan
luas panen dan produksi padi di Kabupaten Asahan.