Abstract :
Sebagai BUMN yang memiliki usaha dalam industri gula, PTPN berperan
strategis dalam memajukan industri pergulaan nasional. Revitalisasi industri gula
milik PTPN yang telah dilakukan, antara lain penyediaan bibit tebu untuk
menggantikan sislem kepras yang masih banyak diterapkan petani, reenginering
mesin dan peralatan yang sudah tua, serta perbaikan dalam sistem manajemen
produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor internal (kekuatan)
yang mempengaruhi pengembangan pemasaran gula PTPN II adalah sumber daya
manusia (SDM), permodalan yang cukup, pengalaman perusahaan dalam hal
budidaya tebu, potensi lahan dan adanya teknologi produksi gula. Sedangkan
faktor intemal lainnya (kelemahan) adalah produktivitas dan rendemen yang
masih rendah, manajemen yang belum optimal, inefisiensi pada tingkat usahatani,
inefisiensi pada tingkat pabrik dan kualitas mutu produk yang masih rendah.
Berdasarkan analisis SWOT, dapat dihasilkan arahan stralegi
pengembangan pemasaran gula PTPN II. Peubah-peubah unsur kekuatan dan
peluang dalam pengembangan pengembangan pemasaran gula PTPN II perlu
mendapat prioritas. Penanganan terhadap peubah tersebut diharapkan dapat
mengurangi peubah kelemahan dan ancaman yang ada.
Strategi yang perlu diterapkan dalam upaya meningkatkan pemasaran gula
PTPN II adalah: (1) Memperluas jaringan pemasaran, (2) Meningkatkan
produktivitas dan rendemen dengan penerapan teknologi, (3) Pengembangan
sistem pemasaran yang mendorong terciptanya pasar yang lebih besar, (4)
Penerapan teknik budidaya dan pengelolaan tanaman tebu sesuai SOP, (5)
Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (6) Peningkatan teknologi budidaya
dan teknologi produksi gula dan (7) Peningkatan kualitas mutu produk.