Abstract :
Setelah implentasi otonomi daerah di Indonesia, maka program pembangunan Keluarga
Berencana di daerah telah diberikan kepada Pemerintah Daerah dan tetap mengharmonisasikannya
dengan tujuan nasional. Ini saatnya dimana pembangunan di daerah diserahkan kepada kearifan local
dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi program KB DI Kota Medan dilihat
dari aspek kelembagaan, tenaga penyuluh, pendanaan, sarana prasarana dan dukungan lintas sektoral.
Metode yang digunakan merupakan penelitian deskriftif dengan pendekatan kualitatif dimana data
diperoleh dari key informan melalui wawancara dan juga data pendukung dari sumber sekunder yang
ada pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Medan. Dengan format
penelitian deskriptif kualitatif, maka analisis data dilakukan melalui interprestasi berdasarkan
pemahaman intelektual yang dibangun oleh pengalaman empiris.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pada implementasi Program KB di era otonomi
khususnya di Kota Medan dilihat dari segi kelembagaan bahwa telah terjadi perubahan organisasi dari
yang dahulunya BKKBN menjadi Badan Pemberdayaan Perempuan Dan KB Kota Medan. Kondisi ini
merupakan salah satu wujud pelimpahan wewenang dan kebijkan kepada kearifan lokal, dimana
ditingkat daerah dapat menentukan kebijaksanaannya sesuai dengan kebutuhan daerah tersebut. Dalam
hal pendanaan terjadi perubahan alokasi dana , dimana pada era sebelum otonomi daerah sumber dana
berasal dari APBN karena merupakan program nasional sedangkan setelah era otonomi surnber dana
berasal dari APBD ditambah dari APBN provinsi. Sarana dan prasarana pada Badan Pemberdayaan
Perempuan clan KB Kota Medan saat ini dapat dikatakan masih kurang memadai dan masih
membutuhkan perbaikan kuantitas dan kualitasnya. Ketersediaan tim penyuluh di wilayah kerja Badan
Pemberdayaan Perempuan dan KB Kota Medan masih sangat minim hal ini terjadi karena setelah
otonomi daerah belum pemah terjadi rekrutmen pegawai untuk melengkapi kebutuhan sumber daya
yang dibutuhkan. Dukungan lintas sektoral telah diupayakan dengan menggalang kerjasama dengan
berbagai pihak terutama dengan PKK dan TNI melalui berbagai program KB