Abstract :
Energi listrik merupakan kebutuhan berbagai industri, hingga kebutuhan
rumah tangga. Oleh karena itu diperlukan suatu pembangkit tenaga listrik yang
kontinyuitas pelayanannya sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
Pusat-pusat pembangkit listrik yang ada harus dapat selalu memenuhi kebutuhan
beban yang berubah-rubah serta daya yang tersedia dalam sistem tenaga listirk
haruslah cukup melayani kebutuhan tenaga listirik dan pelanggan.
Dalam penulisan ini akan ditinjau sistem pelepasan beban pada saat terjadi
gangguan pada unit pembangkit yang dapat mengakibatkan putaran lebih ( over
speed ), selain itu juga akan ditinjau perubahan osilasi frekuensi dengan
menggunakan AGC (Automatic Governor Controller). Pengambilan data
dilakukan dengan melakukan kunjungan langsung ke PT. Canang Indah Power
Plant 2x7 MW, data yang telah terkumpul kemudian dicari studi literature yang
bersangkutan. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui
penyetelan alat proteksi putaran lebih dan untuk mengetahui cara pelepasan beban
pada sistem.
Darj hasil penelitian djperoleh, Jika terjadi putaran lebih ( over speed ),
maka alat pemutus kepesatan lebih pada poros turbin akan memukul alat proteksi
putaran lebih, hal ini terjadi karena adanya gaya sentrifugal yang timbul saat
terjadi over speed. Alat proteksi ini akan menutup suplai minyak ke main valve
yang menyuplai uap ke dalam turbin, Saat putaran turbin turun maka frekuensi
juga akan turun, sampai nilai frekuensi 45 Hz selama 1 detik maka Circuit
Breaker akan menutup dan melepaskan semua beban pada sistem. Dengan
menggunakan AGC (Automatic Governor Controller), frekuensi akan menuju
titik kestabilan pada saat terjadi perubahan rekuensi yang disebabkan gannguan
unit pembangkit.