Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat prestasi kerja pegawai akibat pengaruh
komunikasi dan semangat kerja, untuk mengetahui cara mengatasi hambatan komunikasi,
dan untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat dijadikan pedoman meningkatkan
semangat kerja Teknik pengambilan sampel dilakukan secara sampel acak atau random
sampling dengan jumlah sampel sebanyak: 76 orang, yang terdiri dari: kepala badan, wakil
kepala badan, sekretaris, kepala bidang, kepala sub bagian, kepala sub bidang, pegawai
non-struktural dan pegawai non-PNS (tenaga honor/tenaga ahli). Variabel
yang diteliti adalah : komunikasi (Xl) merupak:an variabel bebas, semangat kerja (X2)
merupakan variabel bebas, dan prestasi kerja pegawai (Y) merupak:an variabel terikat.
Penelitian ini dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif merupakan
data statistik berbentuk angka-angka baik secara langsung yang diambil dari basil penelitian
maupun pengolahan berupa kuesioner yang disebarkan. Teknik analisis data menggunak:an
analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda dengan rumus : Y =a+ bIXl
+ b2X2 + E, selanjutnya untuk mengetahui tingkat signifikan hubungan antara komunikasi
dan semangat kerja terhadap prestasi kerja pegawai maka digunakan dengan
Uji-F serta menggunakan tingkat kepercayaan 95% (a = 0,05) dan untuk
dalam pengolahan data digunakan komputer dengan program SPSS Vs.12.00 for windows.
Dari hasil pengolahan data, dapat dijelaskan bahwa: Hubungan komunikasi
(XI) terhadap prestasi kerja pegawai (Y) terdapat hubungan positif dan signifikan dengan
nilai kolerasi kedua variabel sebesar 0,600 clan nilai ini dikategorikan dalam hubungan
yang kuat. Hubungan semangat kerja (X2) terhadap prestasi kerja pegawai (Y) terdapat
hubungan positif dan signifikan dengan nilai kolerasi kedua variabel sebesar 0,840
dan nilai ini dikategorikan dalam hubungan yang sangat kuat. Sedaiigkan hubungan antara
komunikasi (XI) dan semangat kerja (X2) terhadap prestasi kerja pegawai (Y) terdapat
hubungan positif dan signifikan secara simultan dengan nilai kolerasi ketiga varlabel
sebesar 0,846 dan nilai ini dikategorikan dalam hubungan yang sangat kuat. Adapun tingkat prestasi
kerja pegawai Bappeda Provinsi Sumatera Utara, akibat dari pengaruh komunikasi dan
semangat kerja adalah sebesar 71,57%.
Untuk mempertahankan prestasi kerja pegawai yang maksimal/tinggi diharapkan pimpinan
unit kerja dapat melakukan upaya-upaya peningkatan SDM tentang teknik penguasaan
komunikasi yang baik/efektif serta mampu mempengaruhi semangat kerja pegawai yang
pada akhirnya akan berdampak terhadap keberhasilan unit kerja sesuai yang diharapkan.