Abstract :
Penelitian ini menggunakan metode deskripsi melalui survey, interview
dan kuisioner pada responden yang telah ditentukan. Analisis didasarkan
pada metode Perbandingan Eksponensial, Metode faktor-faktor strategis
yang mempengaruhi komoditi pertanian berbasis perkebunan rakyat dengan
menggunakan Perbandingan Reciprocal Berpasangan. Penelitian menghasilkan
12
faktor strategis: 1) kesesuaian lahan, 2) ketersediaan lahan, 3)
agroklimat, 4) ketersediaan sarana produksi pertanian, 5) ketersediaan modal, 6)
ketersediaan
infrastruktur (jalan, transportasi, listrik), 7) saluran distribusi, 8) motivasi
petani,
9) dukungan pemerintah daerah, 10) pemanfaatan teknologi
tepat guna,
11) potensi pasar, 12) kelembagaan penunjang.
Dari analisis matriks SWOT, 9 strategi alternatif digunakan
untuk
mengembangkan komoditi kopi terutama di Kabupaten Simalungun,
strategi
alternatif tersebut adalah: 1) memperluas akses pasar melalui promosi,
2) memperluas wilayah produksi, 3) mengadakan kerjasama, 4) meningkatkan
kualitas produk, 5) kesesuaian dan pengolahan lahan yang benar, 6) sosialisasi
dan pengembangan masyarakat, 7) membentuk dan memajukan kelompok tani
(asosiasi petani kopi), 8) meningkatkan pendayagunaan fungsi kelembagaan
institusi, 9) memajukan pendidikan dan pelatihan.
Prioritas strategi dari 9 strategi alternatif untuk mengembangkan komoditi
kopi di Kabupaten Simalungun, dipakai analisis QSPM (Quantitative Strategic
Planning Matrix). Prioritas strategi adalah pengembangan kawasan sentra
produksi. Strategi ini haruslah terintegrasi dengan 8 strategi alternatif lainnya agar
dapat dicapai keberhasilan mengembangkan komoditi kopi di kabupaten
Simalungun, Sumatera Utara.